Implan gigi adalah akar gigi buatan berbahan titanium yang ditanam ke dalam tulang rahang untuk menggantikan akar gigi yang hilang. Di atasnya kemudian dipasang mahkota yang berfungsi seperti gigi asli. Berbeda dengan gigi tiruan lain, implan berdiri sendiri tanpa bertumpu pada gigi di sebelahnya.
Kenapa gigi yang hilang sebaiknya diganti
Kehilangan satu gigi tidak berhenti pada satu gigi.
Tulang rahang mempertahankan kepadatannya karena mendapat rangsangan dari akar gigi setiap kali Anda mengunyah. Begitu akarnya hilang, rangsangan itu berhenti dan tulang di area tersebut menyusut perlahan. Penyusutan ini paling cepat pada tahun pertama dan terus berlanjut setelahnya, yang lama-kelamaan mengubah bentuk wajah di sekitarnya.
Gigi di sebelah ruang kosong juga cenderung miring ke arah celah, sementara gigi lawannya di rahang yang berhadapan bisa turun atau naik karena tidak ada yang menahan. Susunan gigi ikut bergeser, gigitan berubah, dan celah baru terbentuk di tempat yang tadinya rapat.
Beban kunyah pun berpindah ke gigi yang tersisa. Gigi-gigi itu menanggung lebih dari porsinya dan lebih cepat aus atau bermasalah.
Semakin lama ditunda, semakin banyak tulang yang hilang. Pada penundaan yang panjang, implan mungkin tetap bisa dilakukan tetapi memerlukan penambahan tulang lebih dulu.
Syarat yang harus dipenuhi
Implan tidak bisa dipasang pada semua orang tanpa pemeriksaan.
Volume tulang rahang harus mencukupi untuk menahan implan. Bila tulang sudah terlalu menyusut, prosedur penambahan tulang dapat dipertimbangkan sebelum implan dipasang.
Gusi dan jaringan sekitarnya harus sehat. Peradangan gusi yang aktif atau penyakit periodontal yang belum tertangani harus dituntaskan lebih dulu, karena kondisi tersebut mengganggu penyembuhan dan memperbesar risiko kegagalan implan.
Kondisi kesehatan umum juga menentukan. Diabetes yang tidak terkontrol memperlambat penyembuhan secara nyata. Merokok mengurangi aliran darah ke jaringan gusi dan meningkatkan risiko implan tidak menyatu dengan tulang. Beberapa kondisi medis dan obat tertentu perlu dibicarakan sebelum tindakan. Sampaikan riwayat kesehatan dan obat yang Anda konsumsi secara lengkap pada saat konsultasi.
Tahapan dan lama prosesnya
Implan bukan prosedur sekali datang. Sebagian besar waktunya justru dihabiskan menunggu tubuh bekerja.
Tahap pertama adalah pemeriksaan menyeluruh dengan foto rontgen atau CBCT untuk mengukur ketebalan dan tinggi tulang, sekaligus memetakan posisi saraf dan rongga sinus agar implan ditanam di tempat yang aman.
Tahap kedua adalah pemasangan fixture, yaitu bagian implan yang ditanam ke tulang. Prosedur ini dilakukan dengan anestesi lokal, sehingga Anda tidak merasakan sakit selama pengerjaan.
Tahap ketiga adalah masa penyatuan implan dengan tulang, yang disebut osseointegrasi. Inilah bagian terpanjang, umumnya berlangsung beberapa bulan. Tidak ada cara mempercepat proses biologis ini, dan memaksakan pemasangan mahkota sebelum penyatuan sempurna adalah salah satu penyebab kegagalan implan. Selama masa ini Anda biasanya diberi gigi sementara agar tetap nyaman beraktivitas.
Tahap keempat adalah pemasangan abutment, penghubung antara fixture dan mahkota. Terakhir, mahkota permanen yang dibuat menyerupai warna dan bentuk gigi asli Anda dipasang, lalu gigitannya disesuaikan.
Implan dibanding pilihan lain
Bridge atau gigi tiruan cekat mengharuskan gigi di kanan dan kiri ruang kosong dikikis untuk dijadikan penyangga. Bila kedua gigi itu masih sehat, mengikisnya berarti mengorbankan gigi yang tidak bermasalah. Bridge juga tidak memberi rangsangan ke tulang, sehingga penyusutan tulang di bawahnya tetap berlanjut.
Gigi tiruan lepasan adalah pilihan paling terjangkau dan tidak memerlukan pembedahan, tetapi harus dilepas-pasang, stabilitasnya lebih rendah saat mengunyah, dan tulang di bawahnya juga tetap menyusut.
Implan tidak menyentuh gigi tetangga dan merangsang tulang seperti akar gigi asli, sehingga penyusutan tulang jauh lebih terkendali. Biayanya lebih besar dan prosesnya paling lama di antara ketiganya.
Pilihan terbaik berbeda untuk setiap orang, tergantung kondisi tulang, kesehatan umum, jumlah gigi yang hilang, dan pertimbangan biaya. Dokter gigi akan menjelaskan pilihan yang realistis untuk kondisi Anda beserta konsekuensi masing-masing.
Memilih klinik gigi implan
Implan berbeda dari tindakan gigi lain karena hasilnya bertahan puluhan tahun bila dikerjakan benar, dan sulit diperbaiki bila tidak. Karena itu memilih kliniknya lebih menentukan daripada memilih mereknya.
Empat hal yang sebaiknya Anda pastikan pada klinik gigi implan mana pun:
- Ada pemeriksaan penunjang sebelum tindakan. Foto rontgen atau CBCT diperlukan untuk mengukur tinggi dan ketebalan tulang serta memetakan posisi saraf dan rongga sinus. Klinik yang langsung menawarkan pemasangan tanpa pengukuran patut Anda pertanyakan.
- Ada rencana tertulis: berapa implan, bahan mahkotanya apa, berapa lama tahapannya, dan apa yang terjadi bila tulang ternyata perlu ditambah.
- Ada penjelasan tentang perawatan setelahnya. Implan tidak berlubang, tetapi jaringan di sekitarnya tetap bisa meradang dan itu penyebab utama implan gagal bertahun-tahun kemudian.
- Ada kejelasan siapa yang mengerjakan dan bagaimana kontrol lanjutannya, karena implan menuntut pemantauan jangka panjang, bukan sekali pasang lalu selesai.
Di klinik ODAC, implan dikerjakan setelah pemeriksaan penunjang dan perencanaan, dengan perkiraan biaya yang disampaikan sebelum tindakan dimulai.
Kenapa biaya implan berbeda-beda
Implan termasuk perawatan gigi dengan rentang biaya paling lebar, dan perbedaannya bisa dijelaskan.
Yang pertama, jumlah implan. Biaya dihitung per implan, bukan per rahang. Mengganti satu gigi jelas berbeda dari mengganti beberapa gigi sekaligus.
Yang kedua, kondisi tulang rahang. Bila tulang sudah terlalu menyusut karena gigi lama dicabut, diperlukan penambahan tulang lebih dulu. Ini tindakan tersendiri dengan biaya terpisah, dan menambah waktu sebelum implan bisa dipasang.
Yang ketiga, bahan mahkota yang dipasang di atas implan. Sama seperti crown biasa, pilihan bahannya memengaruhi biaya sekaligus kekuatan dan tampilannya.
Yang keempat, kebutuhan pemeriksaan penunjang. Foto rontgen atau CBCT diperlukan untuk mengukur tinggi dan ketebalan tulang serta memetakan posisi saraf dan rongga sinus. Tanpa itu, pemasangan implan tidak bisa direncanakan dengan aman.
Perbandingan yang sering dilupakan: implan memang paling mahal di antara pilihan penggantian gigi, tetapi tidak mengharuskan gigi tetangga dikikis seperti pada bridge, dan merangsang tulang sehingga penyusutannya lebih terkendali. Biaya awalnya lebih besar, konsekuensi jangka panjangnya berbeda.
Merawat implan
Implan tidak bisa berlubang, tetapi jaringan di sekitarnya tetap bisa meradang. Kondisi yang disebut peri-implantitis terjadi ketika plak menumpuk di sekeliling implan dan memicu peradangan yang merusak tulang penyangganya. Bila dibiarkan, implan bisa goyang dan lepas.
Perawatannya sama disiplinnya dengan gigi asli: sikat gigi dua kali sehari, bersihkan sela gigi setiap hari, kontrol rutin, dan jangan lewatkan scaling sesuai jadwal. Berhenti merokok memberi perbedaan besar pada usia pakai implan. Hindari juga menggigit benda yang sangat keras dengan gigi implan.
